Tulisan ini disadur dari fanpage Ustadz Kirito yang diposting pada tanggal 9 September 2018...Enjoy!!
Rasulullah SAW. bersabda, “Setiap Nabi memiliki ksatria dan ksatriaku
adalah Zubair.” (HR. Bukhari)
Hadits di atas diucapkan Rasulullah SAW setelah Zubair bin Awwam berhasil 3
kali menyusup ke benteng Yahudi sendirian dan memata-matai isinya.
Entah bagaimana cara masuknya, entah bagaimana cara menyamarnya. Hal ini
menunjukkan bahwa sebagai pendekar andalan nabi, dia tak hanya mahir dalam
pertarungan namun juga memiliki skill infiltrasi (penyusupan) dan spionase
(memata-matai) yang hebat bagaikan prajurit pasukan elit.
Skill bertarungnya level S. Keberaniannya jauh di atas manusia
normal. Bahkan Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib yang terkenal kuat dan
pemberani mengakui kehebatannya.
Menurut Umar bin Khattab, Zubair termasuk 1 dari 4 orang yang masing-masing
kekuatannya setara 1000 orang.
Jadi kalau ada yang bilang kekuatan satu prajurit Denjaka setara 120 kekuatan
prajurit TNI biasa, satu prajurit KOPASSUS setara sekian prajurut TNI biasa,
itu bukanlah hal yang mustahil.
Ali bin Abi
Thalib, berkata “Zubair adalah orang yang paling berani. Tidak ada yang
mengetahui kadar orang yang besar kecuali orang yang besar.” Maksudnya adalah
Ali tahu betapa pemberaninya Zubair karena dia sendiri juga pemberani.
Dari 2 poin di atas kita bisa
mengambil pelajaran bahwa yang paling berhak menilai seseorang adalah orang
yang selevel dalam bidangnya, misal pemain bola menilai pemain bola, penyanyi
menilai penyanyi, politisi menilai politisi, ulama menilai ulama, dll.
Jangan kaya bocah jaman now, baru belajar agama lewat YouTube, Google &
grup WA udah merasa paling pinter, sok-sokan menilai bahkan berani menyalahkan
ustadz lulusan pesantren & perguruan tinggi yang sudah temenan sama ratusan
buku & kitab.