Senin, 17 September 2018

Zubair bin Awwam ra, (Sang Bodyguard Rasulullah SAW)




Tulisan ini disadur dari fanpage Ustadz Kirito yang diposting pada tanggal 9 September 2018...Enjoy!!

Rasulullah SAW. bersabda, “Setiap Nabi memiliki ksatria dan ksatriaku adalah Zubair.” (HR. Bukhari)
Hadits di atas diucapkan Rasulullah SAW setelah Zubair bin Awwam berhasil 3 kali menyusup ke benteng Yahudi sendirian dan memata-matai isinya.
Entah bagaimana cara masuknya, entah bagaimana cara menyamarnya. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai pendekar andalan nabi, dia tak hanya mahir dalam pertarungan namun juga memiliki skill infiltrasi (penyusupan) dan spionase (memata-matai) yang hebat bagaikan prajurit pasukan elit.
Skill bertarungnya level S. Keberaniannya jauh di atas manusia normal. Bahkan Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib yang terkenal kuat dan pemberani mengakui kehebatannya.
Menurut Umar bin Khattab, Zubair termasuk 1 dari 4 orang yang masing-masing kekuatannya setara 1000 orang.
Jadi kalau ada yang bilang kekuatan satu prajurit Denjaka setara 120 kekuatan prajurit TNI biasa, satu prajurit KOPASSUS setara sekian prajurut TNI biasa, itu bukanlah hal yang mustahil.
Ali bin Abi Thalib, berkata “Zubair adalah orang yang paling berani. Tidak ada yang mengetahui kadar orang yang besar kecuali orang yang besar.” Maksudnya adalah Ali tahu betapa pemberaninya Zubair karena dia sendiri juga pemberani.
Dari 2 poin di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwa yang paling berhak menilai seseorang adalah orang yang selevel dalam bidangnya, misal pemain bola menilai pemain bola, penyanyi menilai penyanyi, politisi menilai politisi, ulama menilai ulama, dll.
Jangan kaya bocah jaman now, baru belajar agama lewat YouTube, Google & grup WA udah merasa paling pinter, sok-sokan menilai bahkan berani menyalahkan ustadz lulusan pesantren & perguruan tinggi yang sudah temenan sama ratusan buku & kitab.

Jumat, 12 Februari 2016

KISAH MALAIKAT IZRAIL KETIKA MENCABUT NYAWANYA SENDIRI

Izrail dikenal dalam ajaran Islam sebagai malaikat yang diutus oleh Allah SWT sebagai malaikat pencabut nyawa bagi setiap makhluk yang hidup baik dari golongan manusia maupun jin.
Allah memberikan kemampuan yang amat luar biasa kepada Izrail sehingga barat dan timur dapat dijangkau olehnya dengan sangat mudah bagaikan seseorang yang sedang duduk dimeja makan dengan berbagai macam makanan yang siap untuk dimakan.
Malaikat Izrail adalah malaikat yang sangat sering turun ke bumi untuk menemui para nabi serta pada saat mencabut nyawa manusia. Meski Izrail adalah malaikat maut, namun dirinya juga tidak serta merta terbebas dari maut. Karena Allah sudah berjanji dalam firman-Nya:”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” [QS. Ali Imran ayat 185]
Malaikat Izrail juga makhluk Allah yang pasti akan merasakan mati, sekalipun ia adalah malaikat pencabut nyawa. Dan beginilah kisah pada saat malaikat Izrail menemui ajal di tangannya sendiri.
Kelak ketika terompet Sangkakala ditiup oleh malaikat Israfil, maka akan terjadi peristiwa berikut:
Ÿ          Tiupan pertama akan sangat membuat takut penduduk langit dan bumi
Tiupan kedua akan memusnahkan semua makhluk yang ada dilangit dan dibumi
Ÿ          Tiupan ketiga adalah tiupan membangkitkan semua yang telah mati dari zaman Nabi Adam hingga manusia terakhir.

Selasa, 09 Februari 2016

UMAR DAN TIGA PEMUDA

Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.
Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!"
"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !".
Umar segera bangkit dan berkata :
"Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?"
Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :
"Benar, wahai Amirul Mukminin."
"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.
Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya :
"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta). Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."
"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.
"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.

Senin, 18 Januari 2016

NAMA-NAMA YANG DILARANG DALAM ISLAM



Tulisan ini saya sadur dari http://8intisari.blogspot.co.id/

Nama merupakan doa yang bisa mempengaruhi gambaran bagi sifat, gaya hidup dan pemikiran. Nama seperti Rozana, Suzana atau yang menggunakan nama ‘zana’, bunyinya memang enak didengar dan disebutkan tapi maknanya ‘berzina’ atau pun nama ‘wati’ yang berarti ‘bersetubuh’. Jadi hindarilah memberi nama anak dengan nama-nama tersebut.

Dalam Islam juga terdapat beberapa nama yang sebaiknya dihindari untuk diberikan kepada putera-puteri anda kerana maknanya yang tidak baik, buruk dan bisa mendatangkan masalah di kemudian hari.

Kita tentu pernah mendengar ungkapan, "Apalah arti sebuah nama?" Bagi orang muslim nama sangatlah penting bagi diri seseorang karena nama adalah doa yang bisa mempengaruhi jalan hidup seseorang.

GAMBARAN MENGERIKAN NERAKA YANG DICERITAKAN MALAIKAT JIBRIL

Tulisan ini saya kutip sepenuhnya dari suaranetizen.com sebagai catatan pengingat untuk saya pada khususnya dan untuk saudaraku muslimin pada umumnya.

Yazid Ar-Raqqsyi meriwayatkan dari Anas bin Malik Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah Sholallohu 'alaihi wasallam pada waktu yang tidak biasa dengan raut muka yang berbeda dari biasanya.
Rasulullah Sholallohu 'alaihi wasallam bertanya: Wahai Jibril, kenapa Aku melihat raut mukamu berbeda?
Jibril menjawab, "Wahai Muhammad, aku datang kepadamu pada saat Allah memerintahkan supaya api neraka dinyalakan. Tidak pantas jika orang yang mengetahui bahwa -- neraka, siksa kubur dan siksa Allah itu sangat dasyat-- untuk bersenang sebelum dirinya merasa aman dari ancaman itu."
Rasulullah menjawab: "Wahai Jibril, lukiskanlah keadaan neraka itu kepadaku."
Jibril berkata: "Baik, ...Ketika Allah swt menciptakan neraka, apinya dinyalakan seribu tahun hingga berwarna hitam pekat, nyala dan baranya tidak pernah padam."

Senin, 24 Agustus 2015

RAHASIA DI BALIK SHOLAT LIMA WAKTU

Ali bin Abi Talib r.a. berkata, “Sewaktu Rasullullah SAW duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata, ‘Ya Muhammad, kami hendak bertanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.
Lalu Rasullullah SAW bersabda, “Silahkan apa yang hendak kalian tanyakan”.
Berkata orang Yahudi, “Coba terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu, “.
http://gaulfresh.com/
Sabda Rasullullah SAW, “Shalat Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada Tuhannya. Shalat Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam a.s. memakan buah kholdi. Shalat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam a.s. Maka setiap mukmin yang bershalat Maghrib dengan ikhlas dan kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya. Shalat Isya itu ialah shalat yang dikerjakan oleh para Rasul sebelumku. Shalat Subuh adalah sebelum terbit matahari. Ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya setiap orang kafir, “.

Selasa, 11 Agustus 2015

MENGAPA ISHAQ MENURUNKAN LEBIH BANYAK NABI DIBANDING ISMAIL?

Artikel dari Jawa Pos terbitan 14 Juli 2015
BANI ISRAIL BANDEL, BUTUH TERUS DIBIMBING

qibash.files.wordpress.com
Nabi Ibrahim mendapat julukan Abul Anbiya’
(Bapak Para Nabi). Sebab dari keturunannya
(Ismail dan Ishaq) lahir para nabi dan rasul. Tapi,
mengapa Ishaq yang lebih banyak menurunkan
para utusan Allah? Sementara Ismail hanya
menurunkan Nabi Muhammad SAW. Berikut
analisis para ahli sejarah dan filsafat Islam.

IBRAHIM adalah Putra Azar bin Tahur bin Saruj bin Rau’ bin Falij bin Aabir bin Shalih bin Afrakhsyad bin Saam bin Nuh. Awalnya Ibrahim hanya mempunyai satu istri, yaitu Siti Sarah. “Namun, sampai usia 90-an tahun, Ibrahim dan Sarah tidak dikaruniai anak,” kata pakar sejarah Islam Prof. Dr. Ali Mufrodi.
Sarah kemudian meminta suaminya menikahi Siti Hajar. Sebenarnya, berat bagi Ibrahim menikah lagi, namun karena diminta Sarah, dia akhirnya menikahi Hajar, perempuan keturunan Qibti, Mesir. Tidak lama setelah itu, Hajar melahirkan anak pertama yang diberi nama Ismail. Sarah pun ikut senang atas kelahiran Ismail. “Sarah sayang sekali dengan Ismail,” ujar pengajar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tersebut.
Tidak berselang lama, Sarah akhirnya hamil juga. Bayi yang lahir itu diberi nama Ishaq. Menurut Ali, selain Ishaq dan Ismail,Ibrahim punya anak yang bernama Madyan.
Ishaq punya dua anak, Ya’qub atau Israil dan Ish. Dari keduanya, lahir para nabi dan rasul. Ali mengatakan, Ya’qub mempunyai 12 orang anak yang menjadi para nabi dan rasul, antara lain Yusuf, Musa Harun, Byan, Alyasa’, Yunus, Daud, Sulaiman, Zakaria, Yahya, dan Isa. Sedangkan anak Ish yang menjadi nabi adalah Ayyub dan Zulkifli.

IPAR ADALAH MAUT

SAUDARA IPAR PEMBAWA KEMATIAN Suatu ketika Khalid terlihat sedih dan galau di meja kerjanya. Melihat keadaan itu, rekannya menghampiri dan b...